Pembelajar, Bukan Sekadar Pengunjung

Posted on

Oleh: Ady Mifarizki (Rabu pagi, 3 Juni 2026)

Alhamdulillah, pagi ini saya kembali menuliskan sebuah catatan perjalanan. Bukan tentang destinasi wisata atau perjalanan biasa, melainkan perjalanan menuntut ilmu bersama rekan-rekan tim manajemen SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro.

Foto Sebelum Keberangkatan

Di tengah kesibukan mengelola sekolah, saya semakin menyadari bahwa seorang pendidik dan pengelola pendidikan tidak boleh berhenti belajar. Sekolah yang ingin terus bertumbuh harus dipimpin oleh orang-orang yang juga terus bertumbuh. Karena itu, kesempatan mengikuti kegiatan studi tiru ini saya syukuri sebagai ruang untuk mengisi ulang energi, wawasan, dan semangat dalam mengabdi di dunia pendidikan.

Bersama tim manajemen SMP MuAD Metro, kami akan melaksanakan studi tiru ke beberapa sekolah Muhammadiyah unggulan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu SMP Muhammadiyah Plus PK Kottabarat Surakarta, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, dan SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga.

Bagi saya, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda kunjungan. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sekolah-sekolah unggul membangun budaya mutu, mengelola sumber daya manusia, mengembangkan karakter peserta didik, serta menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan lembaga.

Sebelum keberangkatan, Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Ust. Ali Musyafa, S.Ag., M.M., menyampaikan pesan yang sangat membekas dalam hati saya. Beliau mengingatkan bahwa kami harus berangkat sebagai pembelajar. Mengosongkan gelas, membuka pikiran, dan menumbuhkan kerendahan hati untuk menerima ilmu dari siapa pun.

Pesan tersebut sederhana, tetapi sangat dalam. Sering kali kemajuan terhambat bukan karena kurangnya kesempatan belajar, melainkan karena kita merasa sudah cukup tahu. Padahal, semakin banyak kita belajar, semakin kita menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.

Saya pribadi berharap perjalanan ini tidak hanya menghasilkan catatan dan dokumentasi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan di SMP MuAD Metro. Setiap sekolah memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Tugas kami bukan menyalin, melainkan belajar, menyaring, lalu mengadaptasi praktik-praktik baik yang sesuai dengan karakter sekolah kami.

Sebagai bagian dari tim manajemen, saya percaya bahwa kemajuan sekolah tidak lahir dari kerja satu atau dua orang. Kemajuan sekolah lahir dari budaya belajar yang hidup, semangat berkolaborasi, serta keberanian untuk terus berbenah dari waktu ke waktu.

Mohon doa dari keluarga besar SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, para guru, karyawan, orang tua, dan seluruh siswa agar perjalanan ini diberikan kelancaran, kesehatan, serta keberkahan. Semoga setiap langkah yang kami tempuh menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan.

Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukanlah tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan seberapa banyak ilmu dan hikmah yang kita bawa pulang untuk memberi manfaat kepada sesama.